Rabu, 18 Mei 2011

EKONOMI TERPIMPIN


Sistem ekonomi terpimpin adalah sistem yang mengandung beberapa elemen dari sitem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis. Sanusi (2000) menjelaskan dalam sistem ekonomi campuran dimana kekuasaan serta kebebasan berjalan secara bersamaan walau dalam kadar yang berbeda-beda. Ada sistem ekonomi campuran yang mendekati sistem kapitalis/ liberalis karena kadar kebebasan yang relative besar atau persentase dari sistem kapitalisnya sangat besar. Ada pula sistem ekonomi campuran yang mendekati sistem ekonomi sosialis dimana peran kekuasaan pemerintah relative besar terutama dalam menjalankan berbagai kebijakan ekonomi, moneter/ fiskal. 

Dalam sistem ekonomi terpimpin, perilaku ekonomi ditentukan oleh pemerintah yang mengambil keputusan atas sebagian besar masalah ekonomi tentang apa yang harus diproduksi, bagaimana memproduksinya, dan siapa yang mengonsumsinya. Sistem perekonomian terpimpin ditunjukkan dengan sentralisasi pengambilan keputusan. Para pemimpin pemerintahan selaku pengambil keputusan, tersentralisasi biasanya menetapkan rencana yang rinci dan kompleks sehingga memberikan komando ekonomi kepada segenap bawahan dan rakyat. Oleh karena itu, sistem perekonomian komando disebut juga dengan sistem ekonomi terpimpin dan sistem ekonomi terencana secara sentral. Dengan demikian, dalam sistem perekonomian komando, pemerintah hampir memiliki dan menguasai semua sarana produksi (tanah atau modal).

Di samping itu, pemerintah juga mengatur secara langsung operasi semua perusahaan di berbagai sektor industri. Jadi, negara merupakan majikan bagi semua angkatan kerja dan menentukan bagaimana mereka harus melaksanakan pekerjaannya. Pemerintah menentukan juga komposisi barang yang harus diproduksi dan pendistribusiannya kepada semua anggota masyarakat. Dengan demikian, dalam perekonomian komando, pemerintah merupakan pemegang pengambilan keputusan secara sentral yang menjawab masalah-masalah ekonomi utama melalui kepemilikan dan penguasaan atas sumber daya ekonomi melalui kekuasaan untuk mengambil dan memaksakan keputusan kepada anggota masyarakatnya.

Sehingga dapat disimpulkan, ciri Sistem Ekonomi Terpimpin adalah :
1)  Semua alat dan sumber-sumber daya dikuasai pemerintah
2)  Hak milik perorangan tidak diakui
3)  Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekonomian
4)  Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah

Kelebihan dari sistem ekonomi terpimpin adalah:
1)  Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya
2)  Pasar barang dalam negeri berjalan lancar
3)  Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga
4)  Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan
5)  Jarang terjadi krisis ekonomi

Kelemahan dari sistem ekonomi terpimpin adalah :
1)  Mematikan inisiatif individu untuk maju
2)  Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
3)  Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya.

Berbicara masalah jenisnya, ekonomi terpimpin dibagi menjadi enam jenis, yaitu:
1. Ekonomi terpimpin menurut ideologi komunisme.
2. Ekonomi terpimpin menurut pandangan sosialisme demokrasi.
3. Ekonomi terpimpin menurut solidaroisme.
4. Ekonomi terpimpin menurut faham kristen sosialis.
5. Ekonomi terpimpin berdasar ajaran Islam
6. Ekonomi terpimpin berdasarkan pandangan demokrasi sosial.

Yang pasti dari enam aliran ekonomi terpimpin itu kesemuanya itu menolak adanya kepentingan individu, yang mana kepentingan orang banyak akan terkalahkan oleh kepentingan segelintir orang tersebut. Hal ini justru benar-benar terlihat dari sistem ekonomi liberal yang hanya menguntungkan per-individu saja sedangkan masyarakat banyak yang lebih membutuhkannya malah kenyataannya terabaikan.

1 komentar: